Welcome to my 'candy' world


July 8, 2013

kalau saja keadaan bisa lebih kooperatif..

Akhir taun lalu, gw memutuskan utk jadi full time mom untuk Shadia. Bukan tanpa pertimbangan dan cuma pengen ongkang2 kaki dirumah (secara ya gw ga bisa diem dan bercita2 jadi wanita karir :p), saat itu dan sampai saat ini gw benar2 ikhlas.
Waktu itu gw coba diskusi dengan suami dan orangtua tentang keputusan gw resign dan menjadi full time mom. Tapiii jujur aja saat itu gw menginginkan beberapa 'syarat' yang bisa lebih mensupport gw dan membuat gw perlahan2 betah menjadi full time mon.
Salah satunya, gw belum bisa ditinggal sendirian dirumah (hanya berdua dengan Shadia) karena gw merasa belum mampu untuk ngurus anak dan ngurus rumah diwaktu yang bersamaan.
Mama dan tentunya suami gw sangat setuju saat itu. Mereka jg sepakat sebisa mungkin mereka 'ada' saat salah 1 memang sedang ga bisa bantu gw.
Fisik gw juga yang jadi salah 1 alasan kenapa gw mengajukan syarat itu. Gw sangat sadar diri punya fisik yg lemah ( kalo kata orang sunda: ririwit :p ). Pingsan mendadak saat kecapean dan telat makan itu adalah sifat manja yang paling gw benci.
Gw cuma ga mau kalau,andaikan,jika,umpama suatu saat gw sedang berdua Shadia dan pingsan tiba2, lalu siapa yang akan teriak atau minta tolong?? mengharapkan anak batita untuk lapor tetangga/satpam??jelas ga mungkin!
Mungkin kedengaran sedikit lebay tapi itu sangat sering gw alami. minimal migrain yg amat sangat.
Pembantu jadi solusi lain dari suami dan mama. oke,gw sepakat. dan lagi2 gw makesure kalo pembantu memang sedang ga ada, tolong ada yang sedikit 'berkorban' untuk bantu gw dirumah. Gw pun sangat ingin mandiri dan hidup ideal menjadi full time mom yg bener2 full time mengurus anak sekaligus rumah. Tapi kembali lagi, semua itu butuh proses tang ga sebentar dan perlu 'dibantu'.
Kenyataannya, saat ini dan saat2 sebelum2nya, mereka (baca: suami dan mama) sering ga kooperatif dan konsisten dengan janji mereka.
Oke,satu2nya yang bisa menghibur gw adalah dengan berpikiran mereka juga punya kepentingan lain yg sangat2 penting dan ga bisa ditunda dan kalau ditunda akan fatal akibatnya. Dengan berpikir seperti itu, gw lumayan bisa pelan2 mengerti dan mencoba menjadi fully full time mom.
Tapi dibeberapa kejadian justru anak gw yang jadi korban! pernah suatu hari dia jatuh dari kasur dan terjun bebas sampai dia dan gw pun histeris. Sepele, saat itu gw tinggal 1 menit untuk ambil baju dilemari dan dia main dikasur. Gw memang lagi migrain berat saat itu dan ga ada 1 orang pun yang peduli atau bahkan sekedar ngasi waktu gw untuk makan!
Setelah itu ada beberapa kejadian yang menjadikan Shadia 'lagi2' menjadi korban!
Tentang solusi pembantu pun rasanya kurang membantu.karena sejak itu kok suami gw ogah2an juga bantuin untuk cari pembantu. ditambah pembantu yang gw punya sekarang berasa dibutuhin banget.Tiap bulan cuti, ga kira2 cutinya sampe 4-5 hari dlm sebulan!
Snewen?? pasti! ini bukan lagi tentabg curahan hati seorang full time mom atau bkn karena ketidakikhlasan atau penyesalan gw yang sudah memutuskan untuk menjadi full time mom. Tapi lebih baik benar2 memikirkan kesiapan saat memutuskan menjadi full time mom deh! bukan cuma berembuk atau komitmen dengan diri sendiri aja. tapi WAJIB juga disupport oleh lingkungan dan orang2 sekitar yang benar2 siap dan berkomitmen juga!
Sama seperti ngasih ASI untuk bayi (akan gw tulis di postingan selanjutnya), ngasih ASI itu idealnya memang wajib hukumnya. kalau para lelaki (baca: suami) diluaran sana yg masih berpikir bahwa ngasih asi sama mudahnya seperti bikinin susu formula untuk bayi, itu SALAH besar!
sesuatu yang ideal dan wajib hukumnya itu blm tentu bisa terlaksana dengan baik selama lingkungan kita ga kooperatif. kenapa gw bilang ga kooperatif?? ( kok kayaknya maksain banget ya biar kooperatif). Kooperatif itu suatu keharusan saat suatu kewajiban dapat terlaksana dengan baik.
Terlebih ini tentang anak. Anggaplah mendidik dan menjaga anak itu seperti diri kita yang sedang berada di medan perang. Dan anggaplah anak kita itu adalah diri kita sendiri. dan anggap juga kalau lingkungan itu seperti team kita yang tidak kooperatif.

Buat para ibu2 yang baru akan memutuskan sebagai full time mom, diharuskan memiliki kesiapan yang benar2 siap ya! bukan sekedar diri kita yabg siap tapi yakinkan dan mintalah komitmen pada orang2 terdekat yabg harus juga siap.

No comments:

Post a Comment